Dingin…
Apa sich itu dingin?
Dingin, dingin, atau dingin?
Gerimis atau terang?
Aku tidak tahu
Aku merasakan keduanya
Aku merasakan dingin dan hangat
Dingin, tapi hangat
Hangat di antara orang-orang yang dingin
Kalau mesin bisa menderu
Kalau burung dapat berkicau
Kalau aku bisa lebih baik…
Selasa, 27 Juli 2010
Diposting oleh free your mind di 19.55 1 komentar
Selasa, 25 Mei 2010
Laskar Pelangi Jadi yang Pertama
Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun terbit : 2005
Halaman : xiv, 529 halaman
Siapa yang tidak mengenal novel pertama karya penulis yang berasal dari Belitong, Andrea Hirata. Novel dengan judul Laskar Pelangi ini telah menjadi novel favorit saya. Banyak hal yang membuat saya tertarik dan kagum dengan novel ini, salah satunya adalah karena kisahnya menarik, penuh dengan motivasi. Awalnya, tak sedikitpun saya menaruh minat untuk membaca sebuah novel. Saya berpikir membaca novel hanya sebuah hiburan semata, yang terkadang nilai moralnya samar dan sulit dicerna. Selain itu, kebanyakan novel memilikli tebal yang lumayan, jadi tidak akan selesai jika dibaca sehari dua hari. Saya berpikir semua itu akan menghabiskan banyak waktu hanya untuk berimajinasi sesuai dengan cerita yang tertulis di dalam novel tersebut tanpa dapat memetik pelajaran apapun. Akan tetapi, tampaknya pendapat dan cara berpikir saya yang seperti itu keliru. Terbukti ternyata novel juga memiliki nilai edukasi, dan Laskar Pelangi adalah novel pertama yang saya baca.
Awalnya, keinginan untuk membacanya itu berasal dari dorongan guru dan teman-teman. Ya, teman-teman pecinta novel saling bercerita tentang kehebatan kisah anak-anak Laskar Pelangi. Akhirnya, karena penasaran dan tidak mau jadi anak kuper saya putuskan untuk pinjam teman dan segera membacanya di rumah. Pertama kali membacanya, saya dapat menarik kesimpulan novel ini menarik. Saya lanjutkan membacanya hingga sampai pada kisah dimana sekolah Muhammadiyah Belitong tidak jadi dibubarkan. Waktu membaca bagian itu saya sampai menangis, menangis karena terharu. Dari situ saya mulai tertarik dan berniat untuk merampungkan novel karya Andrea Hirata itu. Akhirnya, banyak hal yang saya dapatkan, yaitu:
1. Novel juga memiliki banyak nilai positif, tinggal bagaimana cara kita memandang dan menerapkan nilai-nilai tersebut.
2. Betapa semangat itu sangat penting dalam kehidupan ini. Andaikan tak ada semangat, barangkali saja tidak akan ada karya apapun di dunia ini.
3. Memaknai hal kecil yang kita miliki itu jauh lebih baik, daripada hanya mengharapkan hal besar yang belum tentu terjadi.
Satu pesan yang selalu saya ingat sampai sekarang dan menjadi obat saat keegoisan saya kambuh, yaitu, “ Hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya”
Diposting oleh free your mind di 21.13 0 komentar
Selasa, 01 Desember 2009
Serangkai Kata untuk Guru
Assalaamu'alaykum wr.wb.
Bapak Ibu guru, hari ini saya haturkan kata tulus dari hati, "Selamat Hari Guru". Kata tersebut memang tiada seimbang dengan apa yang telah Bapak dan Ibu guru berikan kepada saya selama ini. Tetaplah mulia perkataan orang bijak bahwa ilmu lebih mulia dari segala sesuatu, bahkan dari harta sekalipun. Dan engkaulah sesungguhnya pemegang gelar "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", dan engkaulah yang pertama-tana mengajarkan kesungguhan dalam menuntut ilmu.
Bapak Ibu guru, di hari yang indah ini, izinkanlah saya memohon maaf atas segala apa yang telah saya perbuat dan katakan kepada Bapak Ibu guru yang tak berkekan di hati. Saya yakin Bapak dan Ibu guru memiliki hati yang luas seluas samudra.
Bapak Ibu guru, kini terimalah sejuta ungkapan terima kasih saya untuk Bapak dan Ibu guru sebagai tanda syukur saya atas ilmu dan kesabaran dalam mendidik. Tiada akan pernah sis-sia apa yang telah tercurah, tiada akan pernah sirna segala ketegaran, tiada akan pernah terbuang segala ilmu yang begitu mulia itu. Mungkin ini tidak terlalu berlebihan, jika saya mengatakan bahwa kecantikan dari ilmu itu sama dengan kecantikan budi engkau dan kegagahan ilmu itu sama dengan kegagahan jiwamu.
Bapak Ibu guru, inilah saya, seorang murid Anda yang telah berbekal ilmu dan akan terus menuntut ilmu demi mengamalkannya. Saya pengagum engkau, guru. Saya adalah salah satu dari sejuta pemimpi yang akan meneruskan perjuangan engkau, menjadi guru, pahlawan tanpa tanda jasa.
Bapak Ibu guru, terakhir akan saya ungkapkan kembali rasa terima kasih yang amat besar itu untuk engkau. Seiring dengan doa saya, seiring dengan perjalan saya menuntut ilmu, dan seiring dengan pengamalan itu, ada sebuah pengharapan tulus, semoga apa yang telah Bapak Ibu guru berikan kepada saya akan menjadi permata di dunia dan akna menjadi mutiara di akhirat kelak, Amin.
Bapak Ibu guru, terima kasih, teladan engkau selalu ada menyertai saya.
Wassalaamu'alaykum wr.wb.
Diposting oleh free your mind di 23.27 0 komentar
Kamis, 02 April 2009
Tugas ZZ 5 : Menjadi Hebat Untuk Meraih Sukses
Setiap manusia normal pasti memiliki cita-cita dan keinginan untuk sukses di kemudian hari. Tidak dapat dipungkiri memang bahwa dengan adanya cita-cita dan keinginan akan membuat hidup terasa lebih bermakna. Merasa lebih bermakna inilah salah satu wujud dari kekuatan cita-cita. Dari sini, kita dapat menemukan dua jenis orang yang memiliki cita-cita dan keinginan, yaitu pemimpi dan pengkhayal. Apabila kita ibaratkan seperti orang berjalan, maka berjalannya seorang pemimpi dengan berjalannya sorang pengkhayal itu sangat berbeda. Meskipun, pada keduanya terdapat unsur sebab yang sama, yaitu cita-cita. Seorang pemimpi akan berjalan menurut mimpi yang akan ia kejar, ia berjalan lurus karena adanya sebuah tujuan, sehingga setiap langkah-langkahnya terarah. Sedangkan, seorang pengkhayal akan berjalan menurut khayalannya yang akan ia tangkap, ia berjalan berbelok-belok karena tidak adanya sebuah tujuan, sehingga setiap langkah-langkahnya bagaikan kapas diterpa angin.
Sebuah kekuatan cita-cita juga dapat dirasakan tatkala seseorang merasa memndapatkan dorongan hati untuk berbuat lebih baik. Namun, tidak semua orang mampu berbuat demikian, hanya orang-orang hebat lah yang selalu berpikir ke depan dan belajar dari pengalaman terdahulu yang akan terdorong untuk meraih keinginannya dengan usaha maksimal. Menjadi orang hebat memang tidak mudah. Akan tetapi, segala sesuatunya menjadi mudah jika didasari dengan kemauan tulus, "Where there is a will there is a way". Berikut adalah kunci menjadi orang hebat:
1. Pandai-pandailah membaca, mengerti dan mengintrospeksi diri sendiri
- Membuat kita lebih tahu akan diri kita sendiri. Pemahaman yang baik akan kelemahan diri serta kelebihan yang dimiliki dapat dijadikan sebagai pedang untuk sukses
- Kita dapat belajar dari kesalahan yang pernah kita lakukan
2. Belajarlah peka terhadap keadaan
_ Kepekaan kita terhadap keadaan akan membawa kita oada gerbang kesuksesan dimana kita dapat melihat mana jalan naik ke puncak dan mana jalan masuk ke jurang.
3. Belajarlah dari mendengar, melihat, dan merasakan sesuatu yang ada di sekitar kita
- Kita dapat belajar banyak hal dan merasakan hikmah dari kehidupan ini tatkala kita mau mendengar, melihat, dan merasakan apa yang terjadi.
4. Selalu bersiap-siap untuk segala kemungkinan
- Di atas segala kesuksesan, persiapan merupakan kunci terbesarnya
_ Segala sesuatu yang dipersiapkan awalnya tidak akan menimbulkan kekecewaan pada akhirnya
5. Pertimbangkan segala sesuatu sebelum mengerjakannya
_ Orang yanfg bijak tidak akan berbuat sesuatu tanpa dipertimbangkan sebelumnya
Dengan kehebatan inilah yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesan. Sedangkan, pengertian kesuksesan itu sendiri adalah sebuah keberhasilan memperoleh apa yang diinginkan. Jadi, marilah kita berlomba-lomba nenjadi orang hebat untuk meraih sukses. Bentuk dari kesuksesan tidak harus berupa materi/kekayaan. Sukses bisa berupa apa saja, selama hal itu merupakan suatu prestasi istimewa, bernilai, berharga, dibutuhkan, dan membawa manfaat besar bagi kehidupan. Ingat, kemudahan akan didapatkan setelah kita berhasil meraih sukses.
Diposting oleh free your mind di 21.17 1 komentar
Jumat, 20 Maret 2009
Tugas ZZ 3 : Meredam Kecewa Demi Cinta
Semestinya hari itu aku bahagia. Setelah berhari-hari menanti dengan perasaan yang campur aduk, ada suka, gugup, takut, rindu, dan sebagainya. Hari itu hari Minggu. Saatnya aku bisa bertatap muka dengan kekasih hati yang amat aku rindukan. Segala perlengkapan pun sudah aku persiapkan malam harinya. Dari tempat pertemuan, pakaian, sampai pokok pembicaraan apa yang akan aku bahas bersamanya. Semuanya sudah siap di pikiranku. Tinggal menjalankannya sesuai rencana. Aku dan dia sepakat untuk bertemu di sebuah warnet, karena di samping bertemu aku juga akan mengerjakan beberapa tugas dari sekolah. Lagipula, dia ada sebuah keperluan yang tempatnya tidak jauh dari warnet tersebut.
Hari Minggu, sebelum berangkat aku mempersiapkan penampilanku dengan sebaik mungkin. Pakaian yang kupakai merupakan pakaian terbaik dan tercocok menurutku. Aku ingin tampil lebih fresh dan cantik dari biasanya. Aku ingin dia senang melihatku. Jantungku mulai derdegup ragu sekaligus bahagia karena mimpi untuk bertemu akan segera mejadi nyata. Di depan cermin aku tersenyum sendiri layaknya orang gila. Aku berpikir pertemuan kali ini adalah pertemuan yang istemewa.
Jam menunjukkan pukul 08.00, saatnya aku harus berangkat ke warnet dahulu. Dia datang agak telat, karena masih ada banyak keperluan yang perlu diselesaikan. Sambil menunggu kedatangannya, aku mengerjakan setumpuk tugas sekolah yang harus segera aku selesaikan. Tak lama kemudian, hatiku terasa tidak enak. Sebab, dia tak kunjung menghubungiku sekedar menanyakan rencana pertemuan iu. Sedikit berpikir panjang, akhirnya aku putuskan untuk menghubunginya dahulu dengan mengirim sms. Beberapa menit kemudian dia membalas yang isinya dia akan segera mandi dan persiapan untuk berangkat ke warnet. Awalnya aku sangat ragu jika harus menghubunginya dahulu, karena itu akan menyebabkan diriku terkesan berlebihan, terlalu memaksa, atau kurang pengertian padanya. Aku juga khawatir andaikan sms dariku itu mengganggu kesibukannya. Waktu itu dia memang memiliki banyak tugas yang harus dituntaskan dan aku harus bewrusaha pengertian.
Jam terus berputar sampai tugas yang aku kerjakan hampir usai. Namun, dia belum datang juga. Hatiku benar-benar resah. Terlebih uang yang kubawa saat itu hanya 10 ribu. Uang sejumlah itu akan habis dipakai membayar waktu internet dan mencetak tugasku. Segala perkiraan dan pertanyaan membayangiku. Kenapa dia tidak datang? Apa dia masih punya banyak keperluan? Apa dia sudah di perjalanan? Aku takut terjadi apa-apa dengannya. Aku beranikan diri untuk menghubungi dia lagi. Tapi, tak dibalas.
Beberapa menit kemudian Hp-ku berdering dan ternyata dari dia, kekasihku. Seketika itu terbersit di benak dan hatiku bahwa itu pertanda yang tak baik. Segera kuangkat dan kusapa dengan pelan. Suaranya dari sana tampak gugup, berat, dan seperti ingin mengucapkan sesuatu padaku. Sebuah kata maaf di ucapkan berkali-kali. Aku mencoba menenangkan hati dan bertanya padanya tentang janji bertemu hari itu. Dia berkata kalau dia tertidur dan baru bangun ketika mendapat sms yang terakhir dariku. Dia minta maaf lagi. Aku berusaha bisa menguasai keadaanku waktu itu. Aku tidak ingin dia tahu perasaanku yang remuk redam. Aku berusaha menahan airmata sedihku dan mencoba mengerti keadaannya. Aku bilang tak apa padanya karena kita masih dapat bertemu lain hari. Jawaban itu kumaksudkan agar dia tidak sedih sebab telah membuatku lama menunggu. Tetapi dia ingin aku menunggunya sebentar karena dia akan segera datang. Tapi aku menolak dengan alasan tugasku sudah selesai dan akan segera pulang. Benar-benar rasa pengertian dan maafku teruji waktu itu. Dimana aku harus bisa memahami keadaannya dengan baik. Dia memang tidak tidur semalaman karena tugasnya. Aku bingung waktu itu. Ingin sekali aku memarahi dan menyalahkannya habis-habisan. Namun, di sisi lain aku teringat akan situasinya. Dia memang tidak sengaja untuk tidak datang karena dia tertidur. Bahkan, aku sendiri tahu kalau dia sangat capek hari itu. Sangat jahat diriku jika aku tidak mampu memaafkan dan mengerti dia, meski jujur airmataku telah meleleh karena kecewa. Terlebih kalau ingat segala persiapanku saat akan bertemu dengannya.
Sejak saat itu, aku baru mengerti bahwa ternyata segala niat untuk berbuat lebih baik yang tidak diniatkan tulus karena Tuhan itu akan menimbulkan kekecewaan yang dalam. Seperti halnya niatku yang ingin tampil baik dan rapi dikarenakan ingin dipandang menarik oleh kekasihku, dan bukan karena ingin menjalankan perintah ALLAH.
Diposting oleh free your mind di 03.24 2 komentar
Rabu, 11 Maret 2009
SMADABO “3S” Sederhana, Sungguh-sungguh, Sukses
Keadaannya terbilang sederhana, tetapi prestasi yang diraih sungguh membanggakan. SMAdaBo, begitulah sebutan akrab sekolah ini. Sekolah yang terletak di Jl. HOS. Cokroaminoto no.9 itu merintis kesuksesannya dari sebuah kesederhanan. Kesederhanaan yang dapat kita lihat dari bangunan- bangunannya maupun cara proses belajar mengajarnya telah menghasilkan generasi yang unggul, kreatif dan cerdas. Tak sedikit dari lulusan SMA 2 Bojonegoro yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri atau bahkan telah berkarya melalui bakat yang dimiliki.
Sekolah yang dibangun diatas tanah seluas 40.750 m2 itu selalu berusaha meningkatkan kualitasnya. Baik dari segi fasilitas maupun prestasi. Seperti contoh, kini Smada tengah menyelesaikan perbaikan musholla serta perbaikan lantai. Dari segi prestasinya, sangat membanggakan. Smada beberapa kali mendapatkan juara lomba English. Tahun kemarin saja siswa smada meraih juara pertama English Presentation Contest. Ternyata, dari kesederhanaan tempat dan proses belajar mengajarnya diyakini telah membuahkan hasil yang memuaskan. Hal ini dikarenakan adanya kesungguhan dan keinginan untuk lebih baik dari sebelumnya.
Jika kita perhatikan, ada banyak orang-orang sukses yang lahir dari sebuah kesederhanaan. Misalnya, Nabi Muhammad SAW yang hidup sederhana, tetapi beliau mampu mendidik umat menjadi penerus yang cerdas dan berakhlak. Dari sini, kita dapat mengambil pelajaran bahwa “Apabila kita jadikan kesederhaan itu sebagai dasar dan kesungguhan sebagai pagar, maka kesuksesan adalah istana di depan mata.”
Diposting oleh free your mind di 01.22 1 komentar
Rabu, 04 Maret 2009
Tugas 2 ZZ : Pengalaman Pertama Menulis
Pengalaman pertama saya menulis adalah ketika saya masih duduk di bangku SD. Waktu itu ada lomba beberapa bidang studi, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, IPS, dan IPA yang akan diikuti oleh pelajar tingkat sekolah dasar. Dari keputusan para guru SD, saya mendapat bagian mengikuti lomba bidang studi Bahasa Indonesia. Dalam lomba tersebut, setelah melalui tes tulis pertama berupa pilihan ganda, selanjutnya tes kedua berupa mengarang sebuah fabel, yaitu cerita tentang binatang. Saya masih sedikit ingat, waktu itu saya menulis fabel tentang seekor gajah dan semut. Menurut saya pribadi, karangan yang saya buat itu tidak begitu menarik, tapi saya sangat senang dan enjoy ketika menulis cerita itu. Mungkin dari rasa senang dan enjoy ini yang mengantarkan saya mendapat nilai tertinggi sementara tingkat kec. Bojonegoro dan akhirnya saya harus mengikuti bimbingan mengarang bersama empat siswa yang memliki tertinggi di bawah nilai saya dan sekaligus penyeleksian untuk dijadikan pemenang yang akan mewakili ke tingkat selanjutnya.
Setiap seminggu sekali saya harus mengikuti bimbingan. Lama - kelamaan saya merasa jenuh karena terus berpikir membuat karya fabel tiap minggunya. Akhirnya, saya tereliminasi. Mulai saat itu saya tidak suka mengarang dengan paksaan orang lain. Hingga suatu hari saya termotivasi untuk menulis lagi yaitu pada waktu saya duduk di bangku SMA ini. Motivasi itu muncul kembali ketika saya membaca beberapa karya sastra, seperti karya Habiburrachman El-Shirazy yang telah meraih sebutan "Best Seller". Apalagi ketika saya melihat dan membaca kisah orang-orang sukses terutama penulis, semua itu membuat saya tertarik untuk mengikuti jejak mereka. Saya tidak bisa membayangkakn sebesar apa rasa bangga dan bahagia ketika sebuah karya kita dibaca, dinilai, atau bahkan bermanfaat bagi kehidupan orang lain. Dari situlah saya termotivasi kembali untuk menulis. Saya harus yakin, bahwa suatu hari nanti saya dapat menulis sebuah karya yang hebat dan bermanfaat bagi semua orang dan saya sendiri khususnya.
Diposting oleh free your mind di 00.29 1 komentar
Selasa, 03 Maret 2009
Tugas ZZ 1, artikel tentang menulis: Menulis adalah Karya
Menulis adalah sebuah kreasi menorehkan ide, gagasan, suasana hati, dan pikiran-pikiran yang penuh dengan imajinasi di atas sebuah kertas. Aktifitas ini sangat memerlukan keseimbangan kinerja antara otak kiri dan otak kanan sebagai kesatuan aplikasi khusus dalam menulis. Ketekunan, ulet, dan pantang menyerah merupakan penunjangnya.
Menulis akan terasa menyenangkan apabila sejalan dengan apa yang ada di pikiran. Tidak perlu takut akan salah atau merasa tulisan itu jelek dan tidak pantas dibaca orang lain. Sebab, hal itu justru akan melemahkan keinginan kita untuk menulis. Berpikirlah bahwa semua tulisan kita adalah buah karya terbesar yang tidak dapat dimiliki semua orang. Sehingga, kita akan termotivasi untuk selalu gemar menulis.
Jika kita memiliki bakat atau hobi menulis, alangkah baiknya jika dikembangkan melalui banyak hal. Bisa dengan mengirim tulisan itu ke sebuah penerbit, mengikuti program pembelajaran jurnalistik atau semacamnya. Memperbanyak membaca karya-karya orang lain pun akan semakin mengasah kemampuan berpikir. Bahkan tidak sekedar membaca, kita juga dapat mengamati, dan menilai karya itu. Dari segi bahasa, cara penyampaian, karakteristik penulis dalam tulisannya, dan masih banyak lagi. Dengan demikian, kita akan tahu antara penulis satu dengan yang lain ternyata memiliki gaya bahasa unik dan berbeda-beda yang mampu menghipnotis pembaca agar merasa enjoy dan tertarik dengan buah tangannya.
Menulis adalah karya. Teruslah berlatih menulis. Don't be affraid to make mistake. Jangan takut membuat kesalahan. Torehkan karya-karya dahsyat yang masih terpendam. Tampakkan lukisan imajinasi itu di atas putih, dan biarkanlah semua orang membaca dan mengambil manfaat darinya. Di dunia ini setiap manusia telah dikaruniai kepandaian oleh Tuhan. Akan tetapi, kepandaian itu hanya akan tumbuh, mekar, dan bahkan berbuah pada diri seseorang yang selalu berdo'a, belajar, belajar, dan terus belajar.
Diposting oleh free your mind di 22.47 1 komentar
Senin, 26 Januari 2009
SMADABO, Jadwal Breafing Pertama UNDIP
Selasa (27/01), Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang memang menjadi hari yang berat bagi siswa SMADABO. Malas dan tak semangat mengikuti pelajaran menjadi pemandangan yang tak asing lagi. Betapa tidak, setelah beberapa hari kinerja otak diistirahatkan dengan berlibur dan santai kini harus dipacu kembali untuk berpikir dan belajar. Usaha pemulihan kinerja otak ini pun perlu dilakukan secara perlahan. Untuk itu, di hari pertama masuk sekolah memberi keringanan bagi siswa, dengan jam kosong, kegiatan ringan, dan pulang pagi. Di sela-sela jam kosong inilah beberapa mahasiswa dari Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan breafing untuk kelas XII. Jadwal breafing universitas yang bertempat di Semarang itu memang terkesan sedikit terlambat dibanding dengan universitas lain yang mengadakan breafing jauh sebelum diadakan classmeeting. Hal ini dikarenakan baru terpikir di benak mahasiswa UNDIP untuk mengadakan breafing di kota Bojonegoro. “ Baru tahun ini kami merencanakan breafing di Bojonegoro dan kebetulan kami memilih SMADABO sebagai kunjungan pertama kami,” tutur salah satu mahasiswi UNDIP yang juga alumni SMADABO.
Kegiatan breafing yang diketuai oleh Tyo yang pada saat itu tidak dapat hadir karena membuat laporan bisa terbilang sukses. Siswa tampak antusias mendengar apa yang disampaikan mahasiswa universitas berperingkat ke-3 se Indonesia itu. “ Kami kagum dengan prestasi-prestasinya yang amat baik, apalagi cara penyampaiannya yang fresh dan menyenangkan tentang keunggulan UNDIP membuat kami semakin tertarik dan semangat meyimaknya ,” aku beberapa siswa kelas XII setelah mendapat breafing.
Memang terbilang baru beberapa siswa Bojonegoro yang telah melanjutkan pendidikan di unversias yang memiliki akreditas A pada hampir semua jurusannya ini. Maklum saja, mungkin disebabkan pula Universitas Diponegoro yang berada di Jawa Tengah. “ Kami berharap dengan kegiatan breafing kali ini adik-adik kelas XII dapat lebih jauh mengetahui tentang universitas UNDIP, dan syukur kalau berkeinginan untuk memilih UNDIP sebagai perguruan tinggi yang akan dituju,” imbuh mahasiswi yang kerap disapa Ike.
Diposting oleh free your mind di 22.01 0 komentar
Sabtu, 27 Desember 2008
Hamba Tak Sempurna
Sebab cahaya kebenaran hanya terlihat oleh mata batin yang terjaga. Yang pendar-pendarnya menghidupkan kalbu, kemudian memberinya energi untuk bergerak dan bangkit dari keterpurukan, dari lunglai yang membinasakan. Ia menjauh dari hati yang lumpuh dalam nyenyaknya fatamorgana dunia, dan jatuh bersimpuh di hadapan nafsu yang meraja. Dan kepadanya ia menghamba.
Cahaya kebenaran itu terang benderang, seumpama panas di hari siang. Ia menyuguhkan pemandangan tentang nikmat Sang Pencipta tak terperikan. Yang sebagiannya bersarang di dalam diri-diri kita sendiri. Anugerah berlimpah tak terhingga, yang karenanya tak mungkin manusia tak sanggup menghitung jumlah dan mencapai batas-batasnya. Lahir batin, dunia akhirat!
Kalbu yang mengerti bahwa karunia-Nya melampaui semua bentuk harapan. Tunai terbayarkan bahkan tanpa pernah diminta. Kalbu yang insyaf bahwa persembahan amal shalih kepada Allah, sebanyak apapun, takkan pernah sebanding dengan harga dan nilainya. Betapa banyak pemberian Allah, dan betapa sedikit amal kita. Sungguh, ia bukanlah perbandingan yang pantas!
Maka, syukur menjadi sebuah kewajiban tanpa batas waktu. Mengiringi rasa malu akan kekurangan dan kealpaan diri dalam pelaksanaan kewajiban yang penuh cacat dan noda-noda dosa. Sebab, selain ia tak akan pernah sempurna, dosa-dosa kita, mengandungi bahaya yang mengancam keselamatan abadi.
Tidak ada jalan lain selain senantiasa membersihkan hati darinya dengan mengakui kekurangan diri, seraya memuji kesempurnaan nikmat-Nya. Berjanji untuk kembali kepada Allah dengan membawa hati yang menyerah inilah yang Insya Allah, beroleh barakah. Hingga kalimat taubat diiringi istighfar meluncur mulus dari lisan kita dengan tulus. Ya Allah, ampuni kami!
Selanjutnya adalah selalu menambah amal shalih, sebab, ialah salah satu cara menghapus keburukan-keburukan dosa. Hingga tidak ada lagi hari-hari kita sunyi dari kebaikan amal, sepi dari taubat dan istighfar. Hari-hari yang sesudahnya, Insya Allah selalu lebih baik dari yang sebelumnya, agar hidup tidak kita sesali, sebab kita merugi secara hakiki.
Selalu, hanya sedikit di antara hamba-hamba yang tahu. Dan mungkinkah kita termasuk di antara mereka? Semoga!
Diposting oleh free your mind di 17.56 0 komentar
Kamis, 25 Desember 2008
sambut tahun baru dengan merenung...
Tahun 2009 akan segera datang, tinggal hitungan jari. Rencana apa yang kita buat untuk menyambut tahun baru nanti? Banyak dari kita yang berencana merayakan tahun baru nanti dengan mengunjungi tempat-tempat wisata bersama keluarga, atau bisa jadi menghabiskan waktu luang denan bersantai di rumah sambil makan jagung bakar. Ehhmm.., semuanya asyik juga dilaukan untuk merayakan tahun baru. Nah, kira-kira kalau kita merayakan tahun baru dengan perenungan gimana? wah, seru juga kan? Untuk menyambut tahun baru ngga' harus selalu berwisata atau bersenang-senang, karena kita juga perlu merenung atas apa yag telah kita perbuat selama tahun ini serta merencanakan untuk tahun yang akan datang. So, para generasi muda, tundalah kesenangan, "Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian"
Diposting oleh free your mind di 22.38 0 komentar
judul lagunya : ruang rindu,
C Dm F G C Dm F G
Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata
C Dm F G C Dm F G
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Am G F G C Am G F G C
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Am G F G C Am G F G C F C
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi
Interlude: D F Fm
C Dm F G C Dm F G
Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
C Dm F G C Dm F G
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Am G F G C Am G F G C
(*) Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Am G F G C Am G F G C
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu
Interlude: Em F G Am G F C G D
Kembali ke: (*)
Coda: G F
source:
http://www.liriklagumusik.com
Diposting oleh free your mind di 22.21 0 komentar
Surat Untuk Engkau, Ibu
Assalamu'alaikum wr. wb.
Ibu, bagaimana kabar ibu hari ini? semoga ibu dalam keadaan sehat seperti ananda di sini.
Ibu, lewat tulisan tangan ini ananda ingin menyampaikan sejuta rahasia hati. Sejuta rahasia pada Ibu yang akan ananda tulis dalam beberapa kalimat saja. Namun, ananda yakin Ibu dapat memahaminya dengan sejuta makna.
Ibu, apakah Ibu tahu? ananda sangat bersyukur sekali, karena ALLAH telah menganugrahkan rizki yang terus menerus kepada ananda. Ananda merasa sangat beruntung sekali dapat memiliki Ibu yang selalu ada untuk ananda. Ananda sangat bersyukur memiliki Ibu yang mendidik ananda tanpa pamrih, membesarkan ananda tanpa lelah, dan menyayangi ananda tanpa batas. Ibu, engkau adalah anugerah terbesar untuk ananda. Engkau datang bagai pelita saat ananda tersesat. Engkau hadir bagaikan matahari yang begitu hangat saat ananda kedinginan.
Ibu, ananda ingin mengucapkan terimakasih atas segala apa yang telah Ibu berikan tulus untuk ananda selama ini. Ananda belum dapat membalasnya, tetapi ananda berjanji akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk Ibu.Ibu, ananda sangat menyayangi Ibu hingga akhir hayat ananda. Ananda berharap, kekhawatiran Ibu terhadap perlakuan ananda kepada Ibu suatu hari nanti dapat Ibu hapus bersih, karena ananda tidak akan menyia-nyiakan Ibu kelak nanti disaat Ibu sangat membutuhkan ananda. Ananda akan selalu ada untuk Ibu disaat Ibu membutuhkan, seperti ketika Ibu menemani anada sewaktu kecil dan tak sedetik Ibu palingkan perhatian dari ananda. Ananda akan ikhlas dan sangat senang hati menjaga Ibu. Ananda tak akan pernah mengeluh, meski ananda harus menjga Ibu dalam keadaan kantuk. Ibu, yakinlah, ananda ingin membahagiakan Ibu. Ananda ingin menjadi anak putri yang sholihah dan berbakti kepada Ibu. Semoga ALLAH mengabulkan doa ananda, Aaamiin
Ibu, maafkanlah ananda, ananda merasa tak berarti karena ananda belum dapat menjadi putri yang dapat Ibu banggakan. Terakhir, ananda sayaaang banget ma ibu. "Jika hidupku ini bagaikan hamparan padang pasir, maka engkaulah oase di dalamnya"
Semoga Ibu selalu dalam lindungan ALLAH dan menjadi hamba yanga mulia di sisi-Nya, Aaamiin
Wassalamu'alaikum wr. wb
Diposting oleh free your mind di 21.33 0 komentar
sakit berulang kali
Sebuah pemandangan pilu yang masih berulang. Beberapa kali pembagian bingkisan maupun sejumlah uang oleh suatu panitia dalam rangka perayaan hari besar keagamaan harus diwarnai dengan kericuhan hingga banyak dari mereka yang jatuh pingsan, atau bahkan meninggal. Sadisnya lagi, kebanyakan dari mereka yang meninggal dan pingsan adalah ibu-ibu yang sudah lanjut usia. Padahal, semestinya pada waktu itu mereka sedang beristirahat dengan nyamannya di rumah mereka. Badan yang semakin kecil, kulit yang semakin mengerut, stamina yang semakin menurun seharusnya mampu menumbuhkan belas kasihan kita, bukan sekedar belas kasihan dari segi ekonomi mereka saja, tetapi juga dari segi kesehatannya.
Bila kita pikir lebih jauh, apakah tata cara pembagian bingkisan kepada warga, khususnya yang lanjut usia telah kita lakukan dengan cara yang benar dan sopan? Alangkah baik jika kita merubah tata cara yang keliru. Misalnya, dengan langsung mengantarkan bingkisan tersebut kepada mereka yang membutuhkan, bukan dengan meminta mereka untuk datang. Bagi yang masih sehat fisiknya mungkin tetap mau datang dan mengantri panjang, tetapi bagaimana dengan mereka yang sudah tidak kuat lagi fisiknya? mereka mungkin juga akan tetap datang karena mereka merasa sangat membutuhkan bantuan itu. Namun, di manakah letak kesadaran di hati akan rasa penghormatan kita untuk mereka? Tegakah kita membiarkan mereka kepanasan mengantri, berdesak-desakkan dengan yang muda, saling berjejal, terinjak, terjepit. Astaghfirullahhal 'adziem...! Semoga tak akan ada lagi kejadian pilu seperti itu. Sudah cukup peringatan dari Tuhan di kota Pasuruan lalu yang telah menjatuhkan 20 korban meninggal yang kebanyakan adalah ibu-ibu lansia.
Sangat menyakitkan bukan, jika kita bayangkan ibu yang berjejal dan terjepit itu adalah ibu kita. Ibu yang meninggal karena terinjak dan tertindih itu adalah ibu kita. Ibu yang rela mengantri di terik matahari dan sesaknya dada untuk bernafas demi mendapatkan uang yang mungkin belum tentu cukup untuk makan 3 hari itu adalah ibu kita. Bagaimanakah perasaan kita ketika melihat beliau telah terbujur kaku di tanah itu adalah ibu kita? Tentu melihat semua itu sangat menyakitkan bukan? Seperti itu pula perasaan keluarga yang ditinggal. Kehidupan mereka yang sebelumnya memang sudah susah harus tertambah susah dengan kejadian itu. Semoga kita dapat mengambil hikmah atas kejadian itu, dan agar kita dapat lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang. Akhirnya, semoga sakit itu tidak terjadi berulang kali.
Diposting oleh free your mind di 20.29 0 komentar
Kamis, 11 Desember 2008
puisi cinta untuk kekasih
Sayangku...
kenalilah musim hujan yang basah
dan kemarau yang meranggaskan daun-daun kering
di sepanjang hari dalam dua belas purnama
karena cintaku bersemi di dua musim
kenalilah gelisah angin di antara buluh-buluh bambu
yang meliuk ke kanan dan meliuk ke kiri
yang menggemerisik di antara sunyi
karena ada bisikan tentang gelisahku
ketika senja turun di bukit-bukit tak berpenghuni
ada rona yang melukiskan pada latar langitnya
merah membara dan kadang-kadang lembayung
kenalilah warnanya yang disapukan dari rinduku
Sayangku...
malam-malamku adalah catatan tentang cinta
dinginnya menghangatkan dan memberi aroma rasa
aku jejaki purnama yang tenggelam di antara awan
dan aku ingin terbenam bersama cinta yang kau bawa
Diposting oleh free your mind di 23.50 1 komentar
